Dinas Lingkungan Hidup Jakarta memastikan pendampingan terhadap bank sampah unit sudah berjalan melalui Satuan Pelaksana Kecamatan Lingkungan Hidup.
Proses pemilahan sampah di Bank Sampah Mekar Sari, Mampang Prapatan, Jakarta, 13 Agustus 2025. Tempo/Defara
DINAS Lingkungan Hidup Jakarta memastikan pendampingan terhadap bank sampah unit (BSU) sudah berjalan melalui Satuan Pelaksana Kecamatan Lingkungan Hidup. Pernyataan ini disampaikan menanggapi keluhan sejumlah pengelola bank sampah di Jakarta terkait minimnya pendampingan dari pemerintah.
“Untuk BSU, sebenarnya kami sudah ada pendampingan bank sampah melalui Satuan Pelaksana Kecamatan Lingkungan Hidup, dan masih berprogres hingga sekarang,” kata Humas Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Yogi Ikhwan ketika dihubungi Tempo, Jumat, 15 Agustus 2025.
Menurut Yogi, tujuan dari bank sampah sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2021 adalah sebagai sarana edukasi masyarakat, mendorong perubahan perilaku, serta mendukung pelaksanaan ekonomi sirkular. “Maka indikator bank sampah efektif jika memenuhi tujuan tersebut,” tuturnya.
Selain sebagai sarana edukasi, bank sampah juga berfungsi sebagai tempat pengumpulan hasil pemilahan sampah warga. Untuk mendukung keaktifannya, pemerintah provinsi mengklaim telah memberikan sarana penunjang operasional, seperti timbangan, karung, peralatan, serta menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan.
“Pembinaan kepada bank sampah tidak cukup hanya melalui pelatihan satu kali, tapi perlu pendampingan yang berkelanjutan, untuk itu Dinas Lingkungan Hidup telah menyusun program satu orang pendampingan tiap kelurahan,” kata Yogi.
Pendamping yang dimaksud, kata Yogi, adalah para penggiat bank sampah yang telah berpengalaman dalam pengelolaan bank sampah sehingga mempunyai kualifikasi sebagai pendamping. “Agar pendampingan lebih efektif, dipilih pendamping yang berdomisili di kelurahan masing-masing,” ucapnya.
Ketika ditanya soal keluhan pengelola bank sampah yang merasa tidak mendapat pendampingan, Yogi hanya memberikan respons singkat dengan emotikon orang mengangkat bahu.
Sebelumnya, penggiat Bank Sampah Gunung Emas di Rawamangun, Vera Nofita, menilai keberadaan bank sampah di Indonesia masih menghadapi tantangan yang sama, terutama minimnya pemantauan dari pemerintah dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.
“Bank sampah ini sebenarnya di Jakarta cukup banyak, bahkan di Indonesia menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup itu ada sekitar 20 ribuan bank sampah dan beberapa tempat yang kami datangi ternyata permasalahannya itu sama,” kata Vera dalam acara yang digelar WWF Indonesia di Artotel Senayan, Jakarta, Rabu, 30 Juli 2025.
Ia menjelaskan bahwa bank sampah kerap tidak mendapatkan pemantauan rutin dari pemerintah sehingga sulit berkembang. “Tidak adanya pemantauan yang rutin dari pemerintah bagaimana mereka menjadi sebuah komunitas yang bisa membantu penyerapan sampah agar tidak ke hilir,” tuturnya.
Vera menambahkan, bank sampah yang berperan sebagai pengumpul sampah sering kali diperlakukan layaknya cameo. “Jadi bagian collecting-nya, ini masih belum jadi anak emas gitu, masih sebagai cameo, tapi dialah jadi garda depan untuk menjadi edukator handal, bagaimana melakukan pemilahan di sekolah, di kantor, green office, green school.”
Ia menyoroti lemahnya pendampingan dari pemerintah, meski regulasi tentang bank sampah sudah ada. “Ketika regulasi dibuat (soal bank sampah) dari pemerintah, baik dari atas, dari Kementerian Lingkungan Hidup, sampai ke Dinas, itu tidak ada pendampingan sama sekali. Kami merasakan ya 11 tahun, itu semuanya independen dan memang mencari jalannya sendiri, akarnya cari sendiri.”
Artikel original dapat dilihat di https://www.tempo.co/lingkungan/bank-sampah-jakarta-keluhkan-pendampingan-pemerintah-ini-kata-dinas-2062053
Download Aplikasi AKSI dan Ambil Peranmu untuk Kurangi Sampah Plastik
Gabung sebagai nasabah Plastic Smart Cities sekarang dan dapatkan berbagai keuntungan dari menjaga lingkungan.
Scan disini
Atau dapatkan di
Panduan Aplikasi AKSI
WWF Indonesia
- Website: https://wwf.id/
- Yotube: @WWFIndonesia
- X: @WWF_ID
- Instagram: @wwf_id
- Tiktok: @wwf_id
Tidak terdapat daftar isi.
Tidak terdapat daftar isi.