Oleh: Harmonie Toviel, Indrasta Daniel, Rahajeng Justica
Dapatkah kita menciptakan insan-insan yang berwawasan nol sampah?
Pada tanggal 16 Juli kemarin, WWF diberikan kesempatan untuk memperkenalkan konsep Zero Waste School ke sekolah SDIT Cipta Insani, Cilodong, Depok. Kegiatan kali ini melibatkan truk Panda Mobile yang sering dipakai untuk edukasi tentang nilai-nilai konservasi dan pelestarian alam. Sejalan dengan komitmen misi untuk menciptakan kota-kota yang pintar dalam mengolah sampah (Plastic Smart City) pada tahun 2030, WWF Indonesia berperan menciptakan insan yang peduli dengan sampah melalui program Sekolah Minim Sampah (Zero Waste School). Tujuan dari program ini adalah memperkenalkan anak-anak tentang pentingnya mendaur ulang sampah, mengajarkan metode pemilahan sampah, dan mendorong mereka untuk membuat lingkungan sekolah yang bebas dari sampah.
Acara dimulai pada pukul 8 pagi. Sebanyak 150 siswa dari kelas 1–3 berkumpul di lapangan sekolah bersama sekitar 10 guru. Setelah pembukaan oleh relawan Harmonie dan Rara yang bertugas menjadi MC, acara dilanjutkan dengan sambutan dari pihak SDIT Cipta Insani, Pak Wawan Hermawan. Kemudian, anak-anak diajak untuk senam bersama diiringi lagu Super Seven berjudul Go Green.
Kegiatan dilanjut dengan sesi dongeng yang dibawakan oleh Paman Gery. Paman Gery adalah pendongeng yang sering menemani tim Panda Mobile untuk membawakan dongeng bernilai konservasi alam kepada anak-anak. Kali ini, Paman Gery bercerita tentang seekor ikan yang mencari teman baru, tetapi ia tidak sadar bahwa teman barunya ternyata adalah sampah plastik yang mengapung di laut bagaikan ubur-ubur. Akibatnya, ikan tersebut terjebak oleh plastik itu dan menderita. Para siswa menyambut cerita dengan sangat antusias. Bahkan beberapa anak ingin memegang boneka yang dipakai Paman Gery untuk mendongeng.
Setelah mendengarkan dongeng, siswa-siswi diajak untuk belajar sambil bermain. Siswa kelas 1 menaiki truk Panda Mobile untuk menonton video tentang bahaya sampah plastik, difasilitasi oleh relawan Harmonie. Sementara itu, siswa kelas 2 bermain engklek sambil belajar tentang gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus), difasilitasi oleh relawan Daniel. Terakhir, siswa kelas 3 bermain game Plastic Ranger, jenis permainan seperti ular tangga yang dimainkan sambil belajar tentang dampak plastik bagi lingkungan, difasilitasi oleh relawan Rara. Suasana asyik dan suara tawa bisa terdengar dari setiap kelas, tampaknya anak-anak menyukai aktivitas yang mereka lakukan, sampai-sampai terkadang keadaan menjadi ramai karena dipenuhi oleh antusiasme mereka.
Untuk menutupi sesi bermain, terdapat sesi foto bersama di truk Panda Mobile. Anak-anak dengan sopan berpamitan kepada para relawan dan staf lalu kembali ke kelas masing-masing untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran sekolah.
Melalui kegiatan hari ini, diharapkan siswa-siswi SDIT Cipta Insani dapat terinspirasi untuk mewujudkan sekolah bebas sampah serta dapat mengaplikasikan pembelajaran yang telah mereka dapatkan ke dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari langkah sederhana; memilih dan membuang sampah pada tempatnya, membawa wadah makan dan minum pribadi, dan sebisa mungkin menolak untuk menggunakan plastik.
Download Aplikasi AKSI dan Ambil Peranmu untuk Kurangi Sampah Plastik
Gabung sebagai nasabah Plastic Smart Cities sekarang dan dapatkan berbagai keuntungan dari menjaga lingkungan.
Scan disini
Atau dapatkan di
Panduan Aplikasi AKSI
Tidak terdapat daftar isi.
Tidak terdapat daftar isi.