Diterbitkan pada 24 October 2025
Oleh: Admin
Dilihat: 286 Kali
Mengenal Bahaya Sampah Plastik Dengan Dongeng Interaktif Di SDN Cilendek 2 Kota Bogor
Source: WWF-Indonesia
Bagikan

Oleh: Azril Shiva & Suhana Sartini 

Hari Kamis, 23 Oktober 2025, matahari bersinar dengan sangat cerah seakan mendukung kegiatan yang akan kami lakukan hari ini. Walaupun sudah memasuki bulan-bulan rawan hujan, tetapi pagi ini langit sangat cerah dan bersahabat. Pada kesempatan kali ini, sekolah yang kami datangi adalah sekolah yang letaknya berada diantara pemukiman padat penduduk yang akses jalannya cukup sulit dilalui oleh kendaraan roda 4. Namun begitu, setibanya kami di sekolah, sambutan hangat telah menambah semangat kami. SDN Cilendek 2 Kota Bogor menjadi sekolah yang kami sambangi pada pagi ini. Siswa siswi yang berasal dari kelas 1 hingga kelas 6 sudah berkumpul dan duduk dengan tertib di aula sekolah.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak siswa dan guru mengenal lebih dekat prinsip “Zero Waste School”, serta mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Anak-anak diajak memahami dampak plastik sekali pakai terhadap alam dan pentingnya mengurangi sampah sejak dari sumbernya dengan berbagai sesi interaktif seperti, dongeng yang dibawakan oleh Paman Gery.

Paman Gery membawakan dongeng dengan tema sampah plastik bukanlah teman hewan laut melainkan ancaman bagi hewan-hewan laut. Dari dongeng tersebut, siswa siswi jadi mengetahui bahaya sampah plastik bagi ekosistem di lautan dengan cara yang menyenangkan.

Selain dongeng, kegiatan juga dilanjutkan dengan sesi pendalaman materi Zero Waste School bersama tim Panda Mobile. Dalam sesi ini, para guru dan siswa diajak memahami konsep pengelolaan sampah dari sumbernya, pentingnya kebijakan sekolah tanpa sampah, serta cara-cara sederhana yang bisa dilakukan sehari-hari untuk menerapkan gaya hidup minim sampah.

SDN Cilendek Timur 2 sendiri telah memiliki inovasi menarik dalam menerapkan prinsip zero waste. Sekolah ini menerapkan kebijakan unik di mana setiap siswa yang membeli makanan ringan dari luar sekolah wajib mengembalikan bungkus atau sampah plastiknya kepada penjual. Upaya sederhana ini tidak hanya membentuk kebiasaan bertanggung jawab bagi siswa, tetapi juga mengajak pedagang dan pengelola kantin sekolah untuk lebih bijak dalam penggunaan plastik sekali pakai.

Program seperti ini menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari hal kecil dan dari lingkungan sekolah. Memang perlu waktu untuk melihat dampaknya, maka dari itu percaya proses adalah kunci. Dengan kolaborasi antara sekolah, masyarakat, dan WWF-Indonesia, diharapkan semakin banyak sekolah yang terinspirasi untuk menerapkan prinsip Zero Waste School dan berkontribusi mewujudkan kota yang lebih bersih dan berkelanjutan.

 

 

Download Aplikasi AKSI dan Ambil Peranmu untuk Kurangi Sampah Plastik

Gabung sebagai nasabah Plastic Smart Cities sekarang dan dapatkan berbagai keuntungan dari menjaga lingkungan.

Scan disini

qrcode wwf

Atau dapatkan di

Panduan Aplikasi AKSI

WWF Indonesia

Baca lengkap publikasi ini
Artikel Lainnya

Tidak terdapat daftar isi.

Publikasi Lainnya

Tidak terdapat daftar isi.