Diterbitkan pada 04 June 2025
Oleh: Admin
Dilihat: 430 Kali
Pasar di Bogor Bergerak Menuju Pasar Bersih dan Berkelanjutan
Source: PSC WWF-Indonesia
Bagikan

Suasana lantai atas Hotel Luminor, Kota Bogor, terasa berbeda pagi itu. Di ruang Sky Terrace, para pengelola pasar, petugas kebersihan, hingga mitra pembangunan berkumpul dengan satu tujuan: memperkuat sistem pengelolaan sampah di pasar tradisional. Kegiatan bertajuk Peningkatan Kapasitas Manajemen dan Petugas Kebersihan Perumda Pasar Pakuan Jaya ini menjadi momen penting dalam upaya menjadikan Pasar Jambu Dua sebagai pasar percontohan yang bersih, tertib, dan ramah lingkungan.

WWF-Indonesia melalui program Plastic Smart Cities mengambil peran sebagai pendamping teknis dalam upaya ini. Dalam sambutannya, perwakilan WWF-Indonesia menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, melainkan bagian dari proses transformasi. Tidak hanya menyasar aspek teknis seperti pemilahan dan pengangkutan sampah, tapi juga menyusun standar operasional pengelolaan sampah pasar yang bisa diadopsi secara luas di Kota Bogor.

Direktur Perumda Pasar Pakuan Jaya, Jenal Abidin, menyambut baik kerja sama ini. Ia menekankan bahwa kontribusi sampah dari pasar-pasar di bawah Perumda saat ini mencapai 68 ton per hari. “Kami tidak bisa menyelesaikan masalah ini sendirian. Perlu kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan dari lembaga seperti WWF-Indonesia,” ujarnya. Ia juga menyoroti perlunya peningkatan kapasitas petugas kebersihan, ketersediaan armada pengangkut mandiri, serta pentingnya kampanye dan edukasi berkelanjutan bagi pedagang.

Dalam kesempatan ini, juga dilakukan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) hibah fasilitas pengelolaan sampah dari WWF-Indonesia kepada Perumda Pasar Pakuan Jaya. Fasilitas ini menjadi modal awal bagi Pasar Jambu Dua untuk menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih tertata dan efisien.

Menelisik Masalah, Merumuskan Solusi

Kegiatan kemudian berlanjut ke sesi pemaparan dan diskusi. Munawir dari WWF-Indonesia memperkenalkan standar Plastic Low Leakage Performance—sebuah pendekatan untuk mengurangi kebocoran sampah plastik melalui pengelolaan terpadu dari hulu ke hilir. Sementara itu, fasilitator yakni Ibu Fei Febri dari Inovasi Gerakan Masyarakat mengajak peserta melihat persoalan sampah secara lebih menyeluruh. “Sampah pasar bukan hanya soal kebersihan, tapi soal keberlangsungan ekonomi. Pasar yang kotor membuat pengunjung enggan datang, dan itu berdampak langsung pada penghasilan pedagang,” tuturnya.

Ia mengajak pengelola pasar untuk memulai dari hal sederhana: memilah sampah kering dan basah di tingkat kios. Namun, berbagai tantangan muncul—mulai dari kurangnya kesadaran pedagang, belum tersedianya sarana pemilahan, hingga ketidaksesuaian waktu kerja petugas kebersihan dengan aktivitas bongkar muat barang.

Berbagai masukan juga disampaikan langsung oleh para pengelola pasar. Pasar Gunung Batu mengeluhkan keterbatasan petugas dan keterlambatan pengangkutan. Sementara di Pasar Sukasari, pedagang kaki lima yang baru direlokasi belum terbiasa melakukan pemilahan sampah.

Diskusi kemudian dirumuskan ke dalam rencana aksi konkret. Dalam tiga bulan ke depan, target utama yang ingin dicapai adalah penyusunan dan implementasi SOP pengelolaan sampah, pelatihan teknis untuk petugas kebersihan, serta edukasi dan pembangunan komitmen di kalangan pedagang. Diharapkan, melalui langkah-langkah ini, budaya pemilahan dan pengelolaan sampah bisa tumbuh dari dalam pasar itu sendiri.

Selain aspek teknis, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya perlindungan sosial (safeguard). Disampaikan oleh Andik Hardiyanto, pengelolaan sampah tidak boleh melibatkan anak-anak sebagai tenaga kerja dan harus memastikan kelompok rentan terlindungi.

Menuju Pasar Jambu Dua yang Lebih Baik

Kegiatan ini ditutup dengan semangat kolaborasi dan harapan besar. Pasar Jambu Dua bukan sekadar lokasi uji coba, tapi simbol perubahan. Jika berhasil, sistem ini dapat direplikasi ke pasar-pasar lain di Kota Bogor, bahkan di kota-kota lain di Indonesia. WWF-Indonesia dan Perumda Pasar Pakuan Jaya membuktikan bahwa dengan komitmen dan kerja sama, pasar tradisional bisa lebih bersih, sehat, dan berdaya saing.

 

Download Aplikasi AKSI dan Ambil Peranmu untuk Kurangi Sampah Plastik

Gabung sebagai nasabah Plastic Smart Cities sekarang dan dapatkan berbagai keuntungan dari menjaga lingkungan.

Scan disini

qrcode wwf

Atau dapatkan di

Panduan Aplikasi AKSI

WWF Indonesia

Baca lengkap publikasi ini
Artikel Lainnya

Tidak terdapat daftar isi.

Publikasi Lainnya

Tidak terdapat daftar isi.