Oleh: Lovenia Viona, Azril Shiva, Resalina Kogoya
Senin 14 Juli 2025, cuaca yang cerah di siang hari seakan menyambut kami saat memasuki halaman SMPN 16 Depok. Lebih dari 300 siswa siswi berlarian kecil menuju aula dengan senyum lebar dan penuh semangat untuk mengikuti kegiatan siang itu. Hari itu merupakan hari pertama mereka kembali ke sekolah, membawa semangat dan harapan baru, menandakan awal yang baru untuk memberikan dampak baik bagi lingkungan.
Kehadiran kami disambut hangat oleh Ibu Reny dan Bapak Dadan selaku Wakil Kepala Sekolah serta mengantarkan kami untuk masuk ke dalam aula. Acara dibuka secara interaktif oleh Viona dan Azril dengan mengajak siswa – siswi berkenalan dengan tim Panda Mobile. “Ada yang tau ga kita mau ngapain hari ini?” seru Ka Azril yang disambut riuh dari para siswa menjawab pertanyaan membuat suasana menjadi hidup dan menyenangkan. Meskipun suasana ruangan cukup panas karena diisi oleh 300 siswa, namun tidak mematahkan semangat mereka untuk mengikuti kegiatan ini.
Setelah sesi pembuka, Pak Dadan selaku Wakil Kepala Sekolah menyampaikan sambutan sekaligus memberikan semangat pada murid-muridnya untuk menjaga lingkungan dari sampah plastik. Pak Dadan juga berharap siswa SMPN 16 Depok bisa menjadi generasi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Setelah itu acara berlanjut dengan pemaparan materi dari Kak Hana yang menerangkan fakta-fakta sampah yang mengejutkan salah satunya yaitu “80% sampah di laut adalah sampah plastik”. Lalu, kak Hana bercerita awal mulanya plastik ditemukan, kemudian menjadi alternatif ramah lingkungan, sampai pada akhirnya justru menjadi masalah yang sangat serius. Dengan menjelaskan juga misi kami dalam “Plastic Smart Cities” yang diluncurkan oleh World Wide Fund for Nature (WWF) untuk menghentikan sampah plastik di kota-kota seluruh dunia. “Kenapa harus kota?” pertanyaan tersebut membuat banyak siswa mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh pemateri.
Kemudian kami menampilkan video edukatif mengenai bahayanya mikroplastik yang tak terlihat dan dapat masuk ke dalam tubuh kita. Video tersebut memberikan peringatan yang membuat banyak siswa tercengang ketika muncul kalimat “We are eating plastic” dan “We are drinking plastic”. Kak Yulia lalu menjelaskan lebih dalam mengenai bahaya mikroplastik dan solusi yang bisa kita lakukan. Kami juga mengajak teman-teman semuanya untuk mengenal konsep 5R: Reduce, Reuse, Recycle, Refuse, Repair serta bertanya bagaimana cara mereka menerapkan hal tersebut di rumah dan sekolah. Para siswa aktif menjawab dari berbagai sisi, ada yang memberikan contoh “membawa botol sendiri”, “memakai tas kain jika berbelanja”, serta “memilih untuk memperbaiki mainan yang berbahan plastik daripada membeli baru”.
Acara tidak hanya teori saja, tapi kegiatan dilanjutkan dengan Forum Group Discussion (FGD) yang terdiri dari 10 orang. Resa bersama tim Panda Mobile menjelaskan lebih detail tugas tersebut ke kelompok-kelompok kecil yaitu topik diskusi tentang permasalahan sampah plastik di sekitar dan solusi kreatif yang bisa mereka berikan. Yang membuat kami bangga, anak-anak tidak hanya berdiskusi tapi mereka memberikan visualisasi dengan menggambar setiap masalah dan solusi kreatif. Mulai dari ilustrasi bumi yang sedih, tumpukan sampah di sungai, hingga tas belanja warna warni pengganti plastik. Ide-ide sederhana namun semua tulus bertujuan untuk menjaga kelestarian bumi dari sampah plastik.
Hari itu bukan hanya sekadar kegiatan sosialisasi namun juga menjadi langkah awal dari sebuah perjalanan menyentuh bersama generasi muda yang peduli akan lingkungan. Plastic Smart Cities tak hanya tentang mengurangi plastik namun juga menginspirasi para siswa SMPN 16 Depok untuk ikut serta menjadi bagian dari solusi.
Download Aplikasi AKSI dan Ambil Peranmu untuk Kurangi Sampah Plastik
Gabung sebagai nasabah Plastic Smart Cities sekarang dan dapatkan berbagai keuntungan dari menjaga lingkungan.
Scan disini
Atau dapatkan di
Panduan Aplikasi AKSI
Tidak terdapat daftar isi.
Tidak terdapat daftar isi.