Youth Sustainability Index 2025 merupakan hasil kolaborasi antara Youthlab Indonesia dengan WWF-Indonesia yang menyajikan gambaran komprehensif mengenai sikap, perilaku, dan praktik keberlanjutan di kalangan pemuda Indonesia berusia 16 -30 tahun. Kajian ini berbasis data dari survei terhadap lebih dari 1.000 responden di Jakarta, Bogor, dan Depok, serta dilengkapi dengan wawancara bersama agen WWF dan pakar keberlanjutan.
Beberapa temuan utama menunjukkan bahwa:
- Pemuda sebagai kunci perubahan - seperempat populasi Indonesia adalah pemuda yang miliki peran penting dalam mendorong tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan.
- Kesadaran terhadap isu lingkungan relatif tinggi, praktik masih terbatas – meskipun tingkat kepedulian lingkungan relatif tinggi, namun implementasi perilaku keberlanjutan masih menghadapi berbagai tantangan khususnya pada aspek pemilahan sampah dan pengelolaan konsumsi sehari-hari.
- Pengaruh sosial, budaya, dan kebijakan lokal terhadap perilaku keberlanjutan - kota Bogor yang terlebih dahulu menerapkan regulasi pembatasan plastik sekali pakai, menunjukkan indeks keberlanjutan yang lebih tinggi dibandingkan Jakarta dan Depok. Selain itu, nilai-nilai budaya seperti filosofi Sunda dan Jawa turut memperkuat praktik ramah lingkungan di tingkat komunitas.
- Faktor pekerjaan dan gaya hidup – Wirausahawan dan pekerja lepas (freelancer) cenderung lebih berkelanjutan dibanding pekerja kantoran yang terikat rutinitas.
- Keterlibatan komunitas membuat dampak nyata – Program Youth Activist WWF terbukti meningkatkan aksi nyata, mulai dari menerapkan praktik keberlanjutan seperti membawa tumbler, mengelola sampah, hingga mendorong inisiatif kampus bebas plastik.
Youth Sustainability Index ini dikembangkan guna memberikan wawasan yang valid serta sebagai tolak ukur untuk mengidentifikasi kontribusi generasi muda sekaligus area yang masih memerlukan dukungan atau edukasi tambahan untuk menciptakan dampak yang lebih besar. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam merancang kebijakan, program edukasi, serta strategi kolektif yang lebih efektif dalam mendorong transisi menuju masyarakat berkelanjutan.
Tidak terdapat daftar isi.
Tidak terdapat daftar isi.