Diterbitkan pada 07 March 2024
Admin
TRANSFORMASI PENGELOLAAN SAMPAH DI DKI JAKARTA MENUJU LINGKUNGAN BERSIH DAN BERKELANJUTAN
Source: -
Bagikan

Oleh: Zhofran Ashma N

Editor: Shafira Luthfi A

 

DKI Jakarta, sebagai pusat pemerintahan dan kehidupan metropolitan, memiliki tanggung jawab besar dalam penanganan sampah. Dalam upaya mencapai target penurunan sampah, Pemerintah DKI Jakarta telah menetapkan sasaran ambisius, dengan fokus pada penurunan sebesar 28% dan penanganan sebanyak 71% dari total 7.800 ton sampah yang dihasilkan setiap harinya di Bantargebang. 

Melalui Forum Sinergi Pengelolaan Sampah Jakarta yang diadakan di Pusat Edukasi Jakarta Sadar Sampah, Asep Kuswanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam mengelola sampah di Jakarta. Asep menegaskan bahwa “Jakarta sebagai kota ekonomi berskala global harus memiliki pengelolaan sampah yang baik, karena sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat”. 

Berdasarkan kajian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta tahun 2022, komposisi sampah mencakup plastik (22.953 ribu), kain tekstil (0,903 ribu), kertas (17,234 ribu), organik (49,868 ribu), dan sampah lainnya (8,342 ribu). Plastik masih, yang mendominasi dalam komposisi sampah anorganik, yakni mencapai 22,96%. Temuan dari World Bank pada tahun 2018 menunjukkan bahwa komposisi sampah plastik di perairan sungai Jakarta mencapai 29,5%.

Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah DKI Jakarta telah mengambil langkah-langkahnya dengan menerapkan program pengelolaan sampah yang disebut Hulu-Tengah-Hilir. 

Di bagian hulu, DLH DKI Jakarta berfokus pada pemberdayaan masyarakat dengan membuat regulasi seperti pembentukan Badan Pengelolaan Sampah (BPS) ditingkat RW, pembangunan Bank Sampah, pemanfaatan sampah menjadi kompos, larangan penggunaan sampah plastik sekali pakai dan pengelolaan sampah di kawasan mandiri. 

Kemudian pada bagian tengah, DLH juga mendirikanTempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R), menangani Sampah Badan Air, membersihkan pembersihan sampah di pesisir Jakarta, serta menangani Bulky Waste.  

Sementara itu, di bagian hilir, RDF Plant TPST di Bantargebang dan Landfill Mining TPST digunakan untuk memanfaatkan sampah sebagai pembangkit listrik. 

Dalam upaya pengelolaan sampah, Jakarta telah berhasil dalam beberapa pencapaian, seperti pembentukan 2.742 BPS RW, pemberdayaan 335 pegiat BioKonversi Maggot, pembentukan 3.083 Bank Sampah, dan pengendalian sampah plastik sekali pakai melalui gerakan guna ulang Spunbound dan Thinwall, serta penyediaan dropbox di pasar-pasar tradisional. Pengelolaan Sampah Kawasan Mandiri juga menjadi fokus, dengan prinsip pengelolaan yang mengedepankan pengurangan sampah. 

Pemerintah Provinsi melalui DLH DKI Jakarta telah berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk turut berkontribusi dalam upaya penanganan sampah.

WWF-Indonesia melalui Program Plastic Smart Cities (PSC) bersama dengan Nestlé Indonesia dan Waste4Change berupaya melakukan sinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menerapkan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Sebagai langkah nyata dalam membangun komitmen peduli sampah ini, dilakukan penandatanganan perjanjian optimalisasi pembangunan TPS3R Joe yang dilaksanakan pada 7 Maret 2024.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan dapat menjadi langkah besar untuk mencapai lingkungan yang bersih dan berkelanjutan di Jakarta.  

Baca lengkap publikasi ini
Artikel Lainnya
Publikasi Lainnya