Diterbitkan pada 29 November 2022
Admin
KUNJUNGI INDONESIA, CEO WWF NORWEGIA HARAP PROGRAM PLASTIC SMART CITIES BERJALAN BAIK
Source: -
Bagikan

CEO WWF Norwegia Karoline Andaur berkunjung ke beberapa kota di Indonesia pada 23 hingga 28 Mei 2022. Kota yang dikunjungi diantaranya Jakarta, Bogor dan Depok. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kerjasama antara pihaknya dengan ketiga pemerintah setempat dalam program Plastic Smart Cities (PSC) yang sudah dideklarasikan sejak tahun lalu. 

PSC merupakan gerakan global yang digagas oleh WWF untuk mengurangi tumpukan sampah plastik hingga 30 persen di tahun 2025. Selain Indonesia, gerakan tersebut juga dijalankan di beberapa negara lain seperti Vietnam, Filipina dan negara lainnya. 

Lokasi yang dikunjungi di Jakarta diantaranya Bank Sampah 68 di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Selasa (24/5/2022). Dalam kesempatan itu, tim WWF Norwegia dan Indonesia berdiskusi mengenai pengelolaan sampah di wilayah tersebut. Sekaligus juga memberikan bantuan kendaraan pengangkut sampah untuk mendukung operasionalnya.  

“Kami datang ke sini untuk belajar dan melihat apa yang telah dilakukan dalam hal pengurangan sampah plastik. WWF Norwegia hadir di sini untuk mendukung program PSC di Indonesia. Kami senang melihat upaya yang sudah dilakukan dan mudah-mudahan akan lebih banyak lagi kelompok yang terlibat dalam upaya penanganan sampah plastik,” kata Karoline. 

CEO WWF Indonesia Aditya Bayunanda mengatakan, pihaknya senang bisa ikut berkontribusi dalam menyukseskan pengurangan sampah melalui program PSC. Menurutnya hal ini penting untuk juga mengedepankan konsep ekonomi hijau. 

“Kontribusi kita itu kecil jika dibandingkan dengan upaya-upaya masyarakat untuk menyelesaikan suatu masalah yang sebetulnya solusinya sudah ada. Sampah plastik yang bernilai bisa dimanfaatkan, yang kurang bernilai bisa dijadikan bahan konstruksi seperti paving block dan batu bata. Sementara  yang sama sekali tidak bisa dioolah nanti baru masuk ke insenerator. Besar harapan kami apa yang dicita-citakan itu akan terlaksana,” katanya. 

Dalam kesempatan sama Manajer PSC Tri Agung menyebut, kunjungan CEO WWF Norwegia tersebut merupakan kelanjutan dari deklarasi PSC yang dilakukan oleh ketiga pemerintah kota tersebut.  

“Sebagai komitmen kami mendukung kegiatan itu, maka dilakukan beberapa kegiatan pendukung. Seperti mendukung operasional bank sampah, pembangunan TPS3R dan lainnya. Kami ingin memberikan kontribusi yang nyata dalam pengurangan sampah plastik. Baik untuk pengoleksiannya, recycling-nya bahkan reduction-nya. Hal-hal seperti itu yang akan kami dukung dengan dana hibah PSC WWF. Kebetulan saat ini kami dapat komitmen tiga tahun  dari WWF Norwegia yang dananya akan disalurkan ke kota Depok, Bogor dan Jakarta,” paparnya. 

Hal lain yang didukung oleh program PSC adalah peningkatan kapasitas SDM pihak-pihak yang selama ini konsen dalam penanganan sampah plastik. Beberapa pelatihan akan dilakukan. Selain tentu juga peningkatan sarana dan prasarana untuk mendukung suksesnya program tersebut. 

“Mudah-mudahan kami terbuka untuk daerah lain. Ini kan tiga tahun. Cara penanganan sampahnya berbasis kepada regulasi lokal seperti bank sampah. Di Norwegia kan tidak ada Bank sampah. Jadi  ini adalah upaya untuk mendukung inisiatif yang sudah ada supaya lebih cepat.” 

Selain mengunjungi Bank Sampah 68, pihaknya juga bertandang ke PPM School of Management di kawasan Menteng pada Jumat (27/05/2022). Pada kunjungan tersebut juga ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua lembaga tersebut untuk mengembangkan dan memeprkuat ekonomi sirkular. Kedua lembaga tersebut sepakat akan membangun Center of Excellent Circular Economy.  

Sementara itu kunjungan ke Kota Bogor dilakukan pada Rabu (25/05/2022). Beberapa lokasi yang dikunjungi diantaranya RT Prioritas lebak Pilar dan tempat pengelolaan sampah terintegrasi di perumahan Sukadamai Green Residence. Selain itu juga dilakukan seremoni peletakan batu pertama pembangunan TPS3R Mekarwangi di Kecamatan Tanah Sareal. Di lokasi tersebut nantinya diharapkan bisa mengelola sampah plastik sebanyak 1.200 ton per tahunnya. 

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, kunjungan CEO WWF Norwegia merupakan titik awal dari upaya kolaborasi antara Pemerintah Kota Bogor dengan lembaga tersebut. Ia juga sebagai manivestasi dari kesiapan Kota Bogor untuk menjalankan program PSC yang dideklarasikan Agustus tahun lalu. 

“Pemerintah kota Bogor bersama WWF akan melakukan pengelolaan sampah secara terpadu. Kami bekerjasama untuk membangun TPS3R, tempat pengelolaan sampah plastik dan residu sehingga nantinya akan memiliki nilai ekonomi. Kita berharap ini nanti akan menjadi contoh dari green economy yang akan memberikan dampak ekonomi bagi warga lokal di sini. Ini adalah ujicoba kolaborasi. Dengan adanya anggaran dari pemerintah kota, bantuan dari WWF, dukungan dari komunitas di sini, kita berharap akan menajdi percontohan dari green economy dan pengelolaan sampah plastik,” ujarnya. 

Lalu kunjungan ke Kota Depok dilakukan pada Kamis (26/05/2022). Beberapa titik yang dikunjungi adalah Bank Sampah Annisa, SDN bakti jaya I dan Yayasan Wangi Bumi Nusantara. 

Anggota DPRD Kota Depok Muhammad Suparyono mengatakan, ia senang dengan kunjungan tim dari WWF Norwegia dan Indonesia. Ia berharap kerjasama yang terjalin antara Pemerintah Kota Depok dan WWF bisa membantu mengurangi permasalahan sampah di wilayahnya. 

Sementara itu Wakil Walikota Depok Imam Budi Hartono mengatakan, kunjungan tim dari WWF ke wilayahnya untuk membantu mengurai permasalahan sampah. Ia mengapresiasi kerjasama yang terjalin diantara keduanya.  

“Kami senang sekali WWF datang ke sini untuk bisa membantu dalam menyelesaikan masalah sampah. Sehingga bisa melakukan kerjasama melalui teman-teman bank sampah dan Pemerintak Kota Depok. Kami terbuka sekali untuk bisa bekerjasama. Kami yakin, sebenarnya warga pun jika didik, dikomunikasikan, untuk bisa memilah sampah dan membuang sampah dengan baik,  insya allah ini juga akan bisa menjadi jalan keluar yang baik terhadap permasalahan persampahan yang ada. Semoga kehadiran WWF menjadi awal penyelesaian permasalahan sampah di kota Depok,” pungkasnya. ***

Baca lengkap publikasi ini
Artikel Lainnya
Publikasi Lainnya