Diterbitkan pada 22 April 2024
Admin
MAHASISWA UPH BELAJAR TENTANG LINGKUNGAN DALAM ORGANIZATION VISIT
Source: -
Bagikan

Oleh Universitas Pelita Harapan

Organization Visit (ORVIS) 2024 merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Unit Layanan Mahasiswa Service Learning Community (SLC) dari Universitas Pelita Harapan (UPH). SLC adalah organisasi yang berfokus pada pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat yang meliputi berbagai aspek, mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi dan lingkungan. Salah satu kegiatan yang mengedukasi para mahasiswa di bidang lingkungan adalah Organization Visit (ORVIS). ORVIS bekerja sama dengan Yayasan WWF Indonesia melakukan edukasi berupa seminar dan workshop mengenai pengelolaan dan pemanfaatan sampah plastik.

Kerja sama ini awalnya diinisiasi melalui form survei yang dilakukan kepada seluruh mahasiswa UPH. Survei ini dilakukan untuk mengetahui minat focus NGO mahasiswa. Hasil survei menunjukan bahwa data tertinggi, sebanyak 54 dari 163 mahasiswa memiliki minat untuk mempelajari NGO lebih lanjut terdapat pada fokus NGO di bidang lingkungan dan sebanyak 90,8% responden tertarik untuk mempelajari NGO lebih lanjut. Oleh karena itu, Organization Visit hadir untuk membantu melengkapi kebutuhan minat mahasiswa UPH dengan memulai kerja sama dengan WWF-Indonesia dan Bank Sampah Induk (BSI) Rumah Harum, dimana WWF-Indonesia merupakan salah satu NGO yang cukup berpengalaman dengan aktivitas di bidang lingkungan dan BSI Rumah Harum yang merupakan salah satu mitra yang memiliki cukup banyak konektivitas dengan WWF-Indonesia sendiri.

Jumat, 8 Maret 2024, sekitar 40 mahasiswa UPH mendatangi BSI Rumah Harum, Depok. BSI Rumah Harum merupakan salah satu bank sampah dampingan program Plastic Smart Cities (PSC) yang diinisiasi oleh Yayasan WWF Indonesia sebagai tempat pengelolaan sampah plastik. Pengalaman baru bagi mahasiswa dan mahasiswi UPH untuk melakukan pemisahan sampah-sampah plastik tersebut sesuai dengan jenis dan bahannya, kemudian memasukkan hasil pemilahan sampah ke dalam alat press dan mesin pencacah sampah hingga akhirnya sampah-sampah tersebut menjadi butiran-butiran halus. “Program dan pengalaman yang baik bagi para mahasiswa dan generasi muda untuk meningkatkan kesadaran dan peran aktif mereka di dalam penanganan isu-isu lingkungan salah satunya yaitu sampah plastik.” ujar Rhenaya Della, Ketua ORVIS 2024.

Pengalaman di BSI Rumah Harum ini menjadi hal yang menarik bagi mahasiswa UPH karena lingkungan sekitar mereka yang banyak memproduksi plastik dengan alasan terbesarnya adalah lebih mudah digunakan, namun ternyata kemudahan tersebut dapat mengakibatkan masalah yang besar bagi keberlanjutan negeri. Contoh penggunaan plastik yang masih sangat lazim di kalangan mahasiswa yaitu pembelian air mineral dalam kemasan botol plastik. Dengan mengikuti kegiatan ORVIS ini, diharapkan dapat menjadi dasar bagi mahasiswa UPH yang tergerak untuk belajar dan menambah wawasan baru yaitu pentingnya mengurangi penggunaan plastik dan belajar untuk dapat mengelolanya sehingga tidak menjadi sampah yang mengganggu. 

Setelah melakukan kunjungan BSI Rumah Harum, tim mahasiswa UPH melanjutkan perjalanan ke kantor pusat WWF-Indonesia di Graha Simatupang, Jakarta Selatan. Rangkaian acara di kantor WWF-Indonesia dimulai dengan seminar mengenai Plastic Smart Cities yang disampaikan oleh Diah R. Sulistiowati, selaku Communication & Outreach Manager WWF-Indonesia.

Diah menjelaskan bahwa Plastic Smart Cities merupakan inisiatif WWF untuk mendorong kota-kota di dunia menghentikan kebocoran sampah plastik ke alam. Dalam program ini, WWF mengajak pemerintah kota untuk mengupayakan tindakan nyata karena kota merupakan pusat polusi sampah plastik dan segala bentuk polusi lainnya. Pada presentasi yang disampaikan terdapat sekitar 80% sampah plastik yang berakhir di laut sebagian besar berasal dari daerah perkotaan. Kepadatan populasi di kota-kota yang terus meningkat, mengakibatkan jumlah sampah plastik pun akan terus bertambah. 

Pengetahuan dan fakta yang disampaikan oleh Diah mengenai isu lingkungan yang sudah semakin parah di Indonesia ini menjadi salah satu alasan mengapa penting bagi masyarakat khususnya mahasiswa untuk mulai peduli dalam menangani masalah ini. Mahasiswa dapat berperan sebagai agent of change dan individu aktif yang berkontribusi di masyarakat umum untuk menangani isu lingkungan yang marak terjadi di kehidupan saat ini. Masa depan berada di tangan mahasiswa sehingga kesadaran mengenai sustainable environment harus terus ditingkatkan untuk mencapai Indonesia dan bahkan dunia yang lebih baik lagi. 

Mahasiswa diajak untuk berkontribusi secara aktif dalam mengurangi pemakaian produk berbahan plastik. Beberapa cara yang disampaikan adalah dengan membawa dan menggunakan alat makan sendiri dari rumah, membawa tas belanja, dan mulai membangun kebiasaan memilah sampah berdasarkan jenisnya di rumah. Selain itu, masyarakat juga dapat menggunakan pemakaian barang-barang sustainable seperti sedotan stainless steel yang dapat dipakai berkali-kali dan bisa bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama. Namun, salah satu hambatan bagi mahasiswa untuk tetap sustainable yaitu kurangnya aksesibilitas terhadap produk-produk alternatif yang ramah lingkungan. Beberapa barang seperti sedotan stainless steel, tidak tersedia di semua tempat juga memiliki harga relatif lebih mahal. Selain itu, lifestyle yang sudah dibentuk sejak kecil bukanlah hal yang mudah untuk diubah. Karena itu, upaya-upaya untuk meningkatkan kesadaran mengenai isu lingkungan harus terus dilakukan. 

“Sangat senang dapat mendampingi para generasi muda yang peduli dengan lingkungan dan mau belajar untuk berperan aktif di dalam penanganan masalah sampah. Kami berharap melalui kegiatan hari ini dapat menambah pengetahuan dan kesadaran mahasiswa dan mendorong mereka sebagai generasi muda untuk berkontribusi serta semakin peduli terhadap lingkungan sekitar.” ucap Activation Specialist WWF-Indonesia, Jefri Maulana. Kolaborasi dan dukungan bersama setiap pihak, yayasan sosial di bidang lingkungan dan seluruh masyarakat Indonesia menjadi faktor utama yang dapat membantu dalam penanganan masalah sampah ini, hingga akhirnya Indonesia dapat menjadi negara yang bersih, sehat dan hijau.

Melalui kegiatan ORVIS 2024 yang bekerjasama dengan Yayasan WWF Indonesia dapat menjadi salah satu wujud nyata mahasiswa UPH yang mampu mengimplementasikan nilai-nilai UPH yaitu menjadi calon pemimpin yang mampu bertransformasi dan mampu membawa dampak positif bagi diri mereka sendiri dan masyarakat. Dengan demikian, pengalaman ini diharapkan memberikan pandangan yang mendalam sekaligus meningkatkan kesadaran untuk melakukan upaya pelestarian lingkungan dan menjadikan mahasiswa UPH yang teladan bagi generasi mendatang untuk masa depan yang cerah.

Baca lengkap publikasi ini
Artikel Lainnya
Publikasi Lainnya